Jumat, 29 Juni 2012

Mencegah Penyakit Sifilis

Mencegah Penyakit Sifilis - Kabar Utama. Pernah mendengar penyakit Sifilis? Penyakit Sifilis identik dgn penyakit yg disebabkan oleh hubungan seksual berisiko. Sifilis adalah penyakit seksual menular atau sering disebut dgn sexually transmitted disease (STD) yg disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Penyakit Sifilis ini juga terkenal sebagai peniru ulung karena banyak gejala-gejalanya yg sulit dibedakan dgn penyakit lain sehingga keberadaan penyakit ini cenderung "nyaru" dgn penyakit lainnya. Kewaspadaan lebih dibutuhkan dlm menghadapi penyakit ini serta gejalanya.

Bagaimana Seseorang dpt Menderita Sifilis?


Sifilis ditularkan dr satu orang ke orang lain melalui kontak langsung pada luka Sifilis. Luka biasanya terdpt pada area kemaluan, vagina, anus, atau dubur. Luka dpt juga muncul di bibir & mulut. Perpindahan bakteri penyebab Sifilis melalui vagina, anal, atau oral sex.

Ibu hamil yg menderita Sifilis dpt menurunkan penyakitnya pada bayinya. Sifilis tdk menular melalui kontak dgn dudukan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak mandi, baju, atau peralatan makan.

Gejala Sifilis pada Orang Dewasa

Gejala penyakit Sifilis sering kali menipu. Kadang luka yg disebabkan oleh Sifilis bisa tampak, bisa tidak. Luka Sifilis pun sering tersembunyi antara lain pada vagina, anus, atau mulut. Banyak orang yg terinfeksi Sifilis tdk menampakkan gejala selama bertahun-tahun. Hal ini berbahaya bila tdk segera ditangani.

Meskipun penularan Sifilis terjadi akibat kontak luka seseorang pada stadium primer atau sekunder, sering kali luka ini tdk tampak. Jadi, penularan dpt menyebar dr penderita yg tdk menyadr penyakitnya.
Mengenali gejala Sifilis sejak awal merupakan cara yg efektif utk mencegah perkembangan penyakit ini. Jika dibiarkan selama bertahun-tahun, Sifilis dpt mengakibatkan kematian.

Stadium Primer Sifilis

Stadium primer Sifilis biasanya ditandai dgn penampakan luka tunggal, namun dpt juga pula tersebut lebih dr satu. Waktu yg diperlukan mulai dr infeksi hingga gejala muncul adalah bervariasi antara 10 hingga 90 hari.
Luka sebagai gejala Sifilis ini biasanya kecil, bundar, & tdk menyebabkan nyeri. Luka tersebut akan sembuh sendiri setelah 3 hingga 6 minggu. Namun, bila tdk dilakukan perawatan lebih lanjut, infeksi dpt berkembang ke stadium sekunder.

Stadium Sekunder Sifilis

Stadium sekunder Sifilis ditandai dgn ruam pada kulit & lesi berlendir. Ruam biasanya tdk menyebabkan gatal. Ruam pada stadium sekunder muncul setelah luka sembuh atau beberapa minggu setelahnya. Karakteristik ruam tampak kasar, merah pada telapak tangan atau kaki bagian bawah. Ruam juga dpt muncul di bagian tubuh lain. Kadang ruam juga tdk tampak.

Gejala lain pada Sifilis stadium sekunder adalah demam, pembengkakan kelenjar limfe, radang tenggorokan, rambut rontok, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, & kelelahan. Gejala stadium sekunder akan menghilang dgn sendirinya. Namun, apabila tdk ditangani, Sifilis akan berkembang menuju stadium laten.

Stadium Laten Sifilis
Stadium laten Sifilis dimulai setelah gejala pada fase primer & sekunder menghilang. Tanpa penanganan, orang yg terinfeksi akan terus mengidap Sifilis meskipun tanpa gejala. Stadium laten ini dpt berlangsung hingga tahunan.

Stadium laten Sifilis dpt berkembang pada 15% penderita yg tdk dirawat, & dpt muncul 10-20 tahun setelah infeksi pertama diperoleh. Pada stadium laten, Sifilis mulai merusak organ dalam, termasuk otak, saraf, jantung, pembuluh darah, mata, hati, tulang, & persendian.

Gejala pada stadium laten Sifilis antara lain kesulitan koordinasi pergerakan otot, paralisis, buta bertahap, & dementia. Kerusakan ini dpt berlangsung serius & dpt mengakibatkan kematian.

Pengaruh Sifilis pada Ibu Hamil

Bakteri Sifilis dpt menginfeksi bayi dlm kandungan. Bergantung pada berapa lama ibu hamil terinfeksi Sifilis. Berisiko tinggi melahirkan dgn kondisi bayi meninggal. Bayi yg terinfeksi dpt lahir tanpa gejala Sifilis. Jika tdk segera ditangani, Sifilis akan menyebabkan penyakit serius dlm waktu mingguan. Bayi yg tdk ditangani dpt cacat atau bahkan meninggal.

Mendiagnosis Sifilis

Sifilis dpt dideteksi dgn memeriksa luka dgn mikroskop khusus yg disebut dark-field microscope. Jika terdpt bakteri Sifilis pada luka, bakteri tersebut akan tampak di mikroskop. Cara lain adalah dgn menggunakan tes darah.

Setelah infeksi, tubuh akan memproduksi antibodi yg dpt dideteksi dlm darah. Kadar rendah antibodi dpt bertahan dlm darah dlm hitungan bulan atau tahun bahkan setelah penyakit Sifilis sembuh. Dikarenakan Sifilis dpt menginfeksi bahkan membuat bayi meninggal maka ibu hamil disarankan melakukan tes darah.
Hubungan Sifilis & HIV

Luka pada alat kelamin yg disebabkan oleh Sifilis dpt mempermudah penularan HIV. Risiko tertular HIV akan meningkat sebanyak 2 hingga 5 kali lipat. Luka pada alat kelamin dpt mudah berdarah & ketika kontak dgn oral atau rektal selama seks akan meningkatkan kemungkinan penularan HIV.

Perawatan Sifilis

Sifilis mudah disembuhkan pada stadium awal. Suntikan antibiotik seperti penisilin dpt menghentikan Sifilis pada penderita yg terinfeksi kurang dr setahun. Dosis tambahan diperlukan bila penderita telah terinfeksi selama lebih dr setahun. Bagi penderita yg alergi terhadap penisilin, tersedia antibiotik lain yg dpt mengobati sifilis.

Antibiotik akan membunuh bakteri Sifilis & mencegah stadium berlanjut, namun tdk memperbaiki kerusakan yg telah terjadi. Oleh karena itu, perawatan yg efektif dpt mencegah berkembangnya Sifilis, penting bagi seseorang utk tes darah bila kebiasaan seksualnya berisiko terkena STD.

Penderita Sifilis dlm tahap perawatan harus berhenti melakukan kontak seksual terhadap pasangannya sampai luka-lukanya sembuh sempurna. Penderita Sifilis harus menginformasikan kepada pasangannya sehingga pasangannya dpt melakukan tes Sifilis & diobati bila ternyata juga terkena infeksi.

Pernah menderita Sifilis tdk membuat seseorang kebal dgn penyakit tersebut. Walau perawatan berhasil menyembuhkan Sifilis, namun penderita dpt terjangkit Sifilis lagi jika tdk berhati-hati. Hanya tes laboratorium yg dpt mengidentifikasi Sifilis karena luka dpt tersembunyi di vagina, anus, atau mulut. Penderita harus sadar diri utk memeriksa ulang dgn tes laboratorium.
Mencegah Sifilis

Cara utk mencegah penularan Sifilis tentu saja sama dgn cara mencegah penyakit menular seksual lainnya, yaitu berhenti melakukan kontak seksual dlm jangka waktu lama & memiliki satu pasangan tetap utk melakukan hubungan seksual.

Menghindr alkohol & obat-obat terlarang juga membantu mencegah penyebaran Sifilis karena aktivitas tersebut meningkatkan perilaku seksual berisiko. Penting bagi pasangan utk membicarakan secara terbuka mengenai riwayat penyakit menular seksual mereka atau mungkin statusnya pada HIV sehingga langkah pencegahan dpt dilakukan.

Luka pada alat kemaluan dpt muncul pada pria & wanita. Luka tersebut dpt muncul pada area yg terlindungi kondom maupun area yg tdk terlindungi. Penggunaan kondom lateks dgn benar & konsisten dpt menurunkan risiko penularan Sifilis & juga penyakit menular seksual lainnya bila area yg terinfeksi terlindungi.

Kondom yg mengandung spermicides tdk lebih efektif daripada kondom biasa utk melindungi diri dr penyakit menular seksual, terutama Sifilis. Penularan penyakit menular seksual tdk dpt dicegah dgn membasuh area genital setelah berhubungan seksual. Adanya luka yg tdk biasa, terutama di bagian selangkangan merupakan tanda-tanda serius utk menghentikan hubungan seksual & selekas mungkin pergi ke dokter.

ARTIKEL TERKAIT:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar